Jumat, 26 Oktober 2012

VITAMIN B


DAFTAR ISI




VITAMIN B

Pendahuluan……………………………………………………………………....
MATERI
1.1 latar belakang………………………………………………………………...3
1.2 tujuan penulis………………………………………………………………....4
1.3 manfaat penulisan………………………………………………………..…..4
A. sejarah vitamin B……………………………………………………………....5
B. pengertian vitamin B…………………………………………………………..6
C. fungsi ,sumber, kebutuhan, vitamin B…………………...................................6
D.sumber utama vitamin B.....................................................................................7
E. akibat kekurangan vitamin B………………………………………………....10
1.4 penutup ……………………………………………………………………….12
kesimpulan…………………………………………………………………...........













PENDAHULUAN





1.1 Latar Belakang

Vitamin adalah senyawa-senyawa organik tertentu yang diperlukan dalam jumlah kecil dalam diet seseorang tetapi esensial untuk reaksi metabolisme dalam sel dan penting untuk melangsungkan pertumbuhan normal serta memelihara kesehatan.

Kebanyakan vitamin-vitamin ini tidak dapat disintesis oleh tubuh. Beberapa diantaranya masih dapat dibentuk oleh tubuh, namun kecepatan pembentukannya sangat kecil sehingga jumlah yang terbentuk tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh karenanya tubuh harus memperoleh vitamin dari makanan sehari-hari. Jadi vitamin mengatur metabolisme, mengubah lemak dan kabohidrat menjadi energi, dan ikutmengatur pembentukan tulang dan jaringan.Penelitian telah membuktikan bahwa beberapa vitamin merupakan bahanesensial pada sistem oksidasi karbohidrat, protein, dan lemak.

Vitamin diperkirakan berperan sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh. Dan pada umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin pertama kali ditemukan adalah A dan B dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan larut dalam air. Sifat larut dalam lemak atau larut dalam air di pakai sebagai dasar klasifikasi vitamin.Keluarga vitamin B dapat melawan pembentukan tumor dan meningkatkan perlindungan dari kanker, menurut seorang ilmuwan gizi. Itu penting karena 30 sampai 40 persen dari kanker pada pria dan sampai 60 persen kanker pada wanita yang terkait dalam beberapa cara untuk diet.

Vitamin tampaknya memiliki peran pendukung dalam mempertahankan fungsi sistem kekebalan tubuh yang dapat membantu mencegah pertumbuhan tumor dimulai, serta memiliki efek anti kanker mereka sendiri. Diet seimbang yang terdiri dari jumlah moderat dari berbagai-macam makanan sehat,termasuk yang mengandung vitamin B akan meningkatkan kesehatan dan memberikan perlindungan terhadap penyakit yang menghancurkan kanker.Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D,E, K, dan B(tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin,vitamin B12, danfolat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.Buah-buahan dan sayur anterkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena 2 2fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis.

1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :

- Menambah pengetahuan tentang vitamin secara umum dan vitamin B secara khusus.
- Melengkapi pelajaran tentang ahli gizi.

1.3 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah :

  • Pembaca lebih memahami pengetahuan tentang vitamin B.
  • Pembaca dapat mengaplikasikan / menerapkan ilmu – ilmu yang di peroleh dari membaca makalah ini dalam kehidupan sehari – hari.
  • Sarana penambah wawasan dari pembaca.
















A. Sejarah Vitamin B

Sejarah penemuan vitamin dimulai oleh Eijkman yang pertama kali mengemukakan adanya zat yang bertindak sebagai faktor diet esensial dalam kasus penyakit beri-beri. Pada tahun 1897 ia memberikan gambaran adanya suatu penyakit yang diderita oleh anak ayam yang serupa dengan beri-beri pada manusia. Gejala penyakit tersebut terjadi setelah binatang diberi makanan yang terdiri atas`beras gilingmurni.

Ternyata penyakit ini dapat disembuhkan dengan memberikan makanan sisa gilingan beras yang berupa serbuk. Hasil penemuan yang menyatakan bahwa dalam makanan ada faktor lain yang penting selain kabohidrat, lemak dan protein sebagai energy, mendorong para ahli untuk meneliti lebih lanjut tentang vitamin, sehinggadiperoleh konsep tentang vitamin yang kita kenal sekarang. Pada saat ini terdapat lebihdari 20 macam vitamin.
Polish kemudian memberi nama faktor diet esensial ini dengan vitamin. Selanjutnya hasil pekerjaan Warburg tentang koenzim (1932-1935) dankemudian penyelidikan R Kuhn dan P Kerrer menunjukkan adanya hubungan antara struktur kimia viatamin dengan koenzim.

Vitamin dibagi ke dalam dua golongan. Golongan pertama oleh Kodicek (1971) disebut prakoenzim (procoenzyme), dan bersifat larut dalam air, tidak disimpan oleh tubuh, tidak beracun, diekskresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini adalah:tiamin, riboflavin, asam nikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat,vitamin B12
(disebut golongan vitamin B) dan vitamin C.
Golongan kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapat disimpan dalam tubuh. Apabila vitamin init erlalu banyak dimakan, akan tersimpan dalam tubuh, dan memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis), yang juga membahayakan. Kekurangan vitamin mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi, tetapi bisanya gejala penyakit akan hilang kembali apabila kecukupan vitamin tersebut terpenuhi. Di bawah ini akan dibicarakan vitamin-vitamin yang penting.













B. Pengertian Vitamin B
Vitamin B adalah kelompok yang larut dalam air vitamin yang memainkan peran penting dalam sel metabolisme. Vitamin B pernah dianggap sebagai vitamin tunggal, disebut sebagai vitamin B (sama seperti orang menyebut vitamin C atau vitamin D).

Kemudian penelitian menunjukkan bahwa mereka adalah kimia vitamin yang berbeda yang sering hidup berdampingan dalam makanan yang sama. Secara umum, suplemen yang mengandung semua delapan yang disebut sebagai vitamin B kompleks. Individu suplemen vitamin B disebut dengan nama spesifik dari setiap vitamin (misalnya, B1,B2, B3 dll). Vitamin B yang ditemukan dalam makanan yang tidak diolah secara keseluruhan.

Karbohidrat olahan seperti gula dan tepung putih cenderung memiliki vitamin B lebih rendah dari pada rekan-rekan mereka yang belum diproses. Vitamin B sangat
terkonsentrasi di daging seperti kalkun dan tuna, dalam hati produk dan daging. Sumber yang baik untuk vitamin B termasuk  Kombucha, biji-bijian, kentang, pisang, kacang, cabai, tempe, kacang-kacangan, ragi gizi, itu bir ragi, danmolase.



C. FUNGSI, KEBUTUHAN, SUMBER VITAMIN B :

Vitamin B1 (Tiamin)

Fungsi : Mengubah zat karbohidrat dalam makanan menjadi energi.
Kebutuhan : Wanita 1,1 mg; Pria 1,2 mg; Wanita hamil dan menyusui 1,4 mg.
Sumber : Nasi, roti, sereal, tepung terigu, makanan laut seperti udang, kepiting atau kerang.

Vitamin B2 (Riboflavin)

Fungsi : Menjaga kesehatan mata dan kulit.
Kebutuhan : Wanita 1,1 mg; Pria 1,3 mg; Wanita menyusui 1,6 mg.
Sumber : Susu, keju, ayam, brokoli, bayam, jamur.

Vitamin B3 (Niasin)

Fungsi : Untuk kesehatan kulit, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem pencernaan serta membantu mengubah makanan menjadi energi.
Kebutuhan : Wanita 14 mg; Pria 16 mg; Wanita hamil 18 mg; Wanita menyusui 17 mg.
Sumber : Padi-padian, kacang-kacangan, daging sapi, jamur.

Vitamin B5 (Pantothenic Acid)

Fungsi : Bersama-sama dengan jenis vitamin B lainnya, vitamin B5 berguna dalam proses pemecahan lemak, protein, karbohidrat menjadi energi. Manfaat lainnya adalah untuk pembentukan sel darah merah dan membuat vitamin D.
Kebutuhan : Wanita 4 mg; Pria 6 mg; Wanita hamil 5 mg; Wanita menyusui 6 mg.
Sumber : Ayam, ikan sarden, alpukat, semangka.

Vitamin B6 (Piridoksin)

Fungsi : Diperlukan dalam proses asam amino dan lemak.
Kebutuhan : Wanita 1,3 mg; Pria 1,3 mg; Wanita hamil 1,9 mg; Wanita menyusui 2 mg. Kebanyakan konsumsi vitamin B6 dengan konsumsi lebih dari 50 mg per hari dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen.
Sumber : Daging unggas, ikan, sapi, kentang, tomat, pisang, buah yang berwarna ungu dan sayuran hijau.

Vitamin B12 (Kobalamin)

Fungsi : Mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi, menjaga sel darah merah tetap sehat, melindungi sel saraf, mencegah penyakit jantung, dan mencegah penyusutan otak yang dapat menyebabkan daya ingat menurun.
Kebutuhan : Wanita 2,4 mkg; Pria 2,4 mkg; Wanita hamil 2,6 mkg; Wanita menyusui 2,8 mkg.
Sumber : Daging sapi, daging ikan, hati, telur, susu, kedelai dan rumput la







D. SUMBER UTAMA VITAMIN B :


Vitamin B1


Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.
Vitamin B2

Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.


Vitamin B3

Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual


Vitamin B5

Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.


Vitamin B6


Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.

Vitamin B12

Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemelIharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.

E. AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN B :
Jenis Vitamin
Akibat yang ditimbulkan bagi tubuh
Vitamin B1
1. pencernaan kurang sempurna
2. Beri – beri
3. Mudah lelah
4. kulit bersisik/kering/busik
5. daya tahan tubuh berkurang
Vitamin B2
1. mulut kering
2. sariawan
3. bibir pecah – pecah
4. mudah gugup
5. stamina tubuh berkurang
Vitamin B3
1. kulit kasar dan pecah – pecah
2. diare berdarah
3. gangguan alat pencernaan dan sistem
syaraf
4. otot mudah kram dan kejang
5. badan lemas
Vitamin B5
1. otot mudah menjadi kram
2. sulit tidur
3. kulit pecah - pecah
Vitamin B6
1. pelagra(kulit pecah – pecah)
2. insomnia
3. keram pada otot
4. pada bayi dapat menyebabkan kejang -
kejang.
5.keabnormalan metabolisme protein.
Vitamin B12
1. anemia
2. Mudah lelah
3. Gangguan kulit






PENUTUP




4.1 Kesimpulan ( Rangkuman )


Vitamin B adalah kelompok yang larut dalam ai rvitamin yang memainkan peran penting dalam sel metabolisme.Vitamin B pernah dianggap sebagai vitamin tunggal, disebut sebagai vitamin B (sama seperti orang menyebutvitamin Catauvitamin D). Kemudian penelitian menunjukkan bahwa mereka adalah kimia vitamin yang berbeda yang sering hidup berdampingan dalam makanan yang sama. Secara umum, suplemen yang mengandung semua delapan yang disebut sebagai vitamin Bkompleks. Individu suplemen vitamin B disebut dengan nama spesifik dari setiapvitamin (misalnya, B1,B2,B3 dll).

Vitamin B yang ditemukan dalam makanan yang tidak diolah secara keseluruhan. Karbohidrat olahan seperti gula dan tepung putih cenderung memiliki vitamin B lebih rendah daripada rekan-rekan mereka yang belum diproses. Vitamin Bsangat terkonsentrasi di daging seperti kalkun dan tuna, dalamhatiproduk dan daging.Sumber yang baik untuk vitamin B termasuk Kombucha , biji-bijian ,kentang ,pisang kacang, cabai, tempe,kacang-kacangan, ragi, danmolase. Meskipun ragi digunakan untuk membuat hasil bir di gelas bir sebagai sumber vitamin B,bioavailabilitas mereka berkisar dari buruk ke negatif seperti minumetanolmenghambat penyerapan tiamin (B1),riboflavin (B2), niasin(B3),biotin (B7),dan asamfolat (B9).
Selain itu, setiap dari studi sebelumnya lebih lanjut menekankan bahwa peningkatan konsumsi bir dan lainnya etanol minuman berbasis hasil dalam defisit bersih mereka vitamin B dan kesehatan risiko yang terkait dengan kekurangan tersebut.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar