DAFTAR
ISI
VITAMIN
B
Pendahuluan……………………………………………………………………....
MATERI
1.1
latar belakang………………………………………………………………...3
1.2
tujuan penulis………………………………………………………………....4
1.3
manfaat penulisan………………………………………………………..…..4
A.
sejarah vitamin B……………………………………………………………....5
B.
pengertian vitamin B…………………………………………………………..6
C.
fungsi ,sumber, kebutuhan, vitamin
B…………………...................................6
D.sumber
utama vitamin
B.....................................................................................7
E.
akibat kekurangan vitamin B………………………………………………....10
1.4
penutup ……………………………………………………………………….12
kesimpulan…………………………………………………………………...........
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Vitamin
adalah senyawa-senyawa organik tertentu yang diperlukan dalam jumlah
kecil
dalam
diet
seseorang
tetapi
esensial
untuk
reaksi
metabolisme
dalam
sel
dan penting untuk melangsungkan pertumbuhan normal serta memelihara
kesehatan.
Kebanyakan
vitamin-vitamin ini tidak dapat disintesis oleh tubuh. Beberapa
diantaranya masih dapat dibentuk oleh tubuh, namun kecepatan
pembentukannya sangat kecil sehingga jumlah yang terbentuk tidak
dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh karenanya tubuh harus memperoleh
vitamin dari makanan sehari-hari. Jadi vitamin mengatur metabolisme,
mengubah lemak dan kabohidrat menjadi energi, dan ikutmengatur
pembentukan tulang dan jaringan.Penelitian telah membuktikan bahwa
beberapa vitamin merupakan bahanesensial
pada
sistem
oksidasi
karbohidrat,
protein,
dan
lemak.
Vitamin
diperkirakan berperan
sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh. Dan pada umumnya
tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan.
Vitamin pertama kali ditemukan adalah A dan B dan ternyata
masing-masing larut dalam lemak dan larut dalam air. Sifat larut
dalam lemak atau larut dalam air di pakai sebagai dasar klasifikasi
vitamin.Keluarga vitamin B dapat melawan pembentukan tumor dan
meningkatkan perlindungan dari kanker, menurut seorang ilmuwan gizi.
Itu penting karena 30 sampai 40 persen dari kanker pada pria dan
sampai 60 persen kanker pada wanita yang terkait dalam beberapa cara
untuk diet.
Vitamin
tampaknya memiliki peran pendukung dalam mempertahankan
fungsi sistem kekebalan tubuh yang dapat membantu mencegah
pertumbuhan
tumor dimulai, serta memiliki efek anti kanker mereka sendiri. Diet
seimbang yang terdiri dari jumlah moderat dari berbagai-macam makanan
sehat,termasuk yang mengandung vitamin B akan meningkatkan kesehatan
dan memberikan perlindungan
terhadap penyakit yang menghancurkan kanker.Terdapat
13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan
berkembang dengan
baik.
Vitamin
tersebut antara lain vitamin A, C, D,E, K, dan B(tiamin,
riboflavin,
niasin,
asam
pantotenat,
biotin,vitamin
B12,
danfolat).
Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat
memproduksi vitamin
D
dan vitamin
K
dalam bentuk provitamin
yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin
yang berasal dari makanan
yang
kita konsumsi.Buah-buahan
dan sayur
anterkenal
memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah
baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui
suplemen
makanan.
Vitamin
memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan
manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh
dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam
jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme
di dalam tubuh kita akan terganggu karena 2 2fungsinya tidak dapat
digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan
istilah avitaminosis.
1.2
Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah :
-
Menambah pengetahuan tentang vitamin secara umum dan vitamin B secara
khusus.
-
Melengkapi pelajaran tentang ahli gizi.
1.3
Manfaat Penulisan
Manfaat
penulisan makalah ini adalah :
- Pembaca lebih memahami pengetahuan tentang vitamin B.
- Pembaca dapat mengaplikasikan / menerapkan ilmu – ilmu yang di peroleh dari membaca makalah ini dalam kehidupan sehari – hari.
- Sarana penambah wawasan dari pembaca.
A.
Sejarah Vitamin B
Sejarah
penemuan
vitamin
dimulai
oleh
Eijkman
yang
pertama
kali
mengemukakan
adanya zat yang bertindak sebagai faktor diet esensial dalam kasus
penyakit
beri-beri. Pada tahun 1897 ia memberikan gambaran adanya suatu
penyakit yang diderita oleh anak ayam yang serupa dengan beri-beri
pada manusia. Gejala penyakit tersebut terjadi setelah binatang
diberi makanan yang terdiri atas`beras gilingmurni.
Ternyata
penyakit ini dapat disembuhkan dengan memberikan makanan sisa
gilingan
beras yang berupa serbuk. Hasil penemuan yang menyatakan bahwa dalam
makanan
ada
faktor
lain
yang penting
selain
kabohidrat,
lemak
dan
protein
sebagai energy,
mendorong para ahli untuk meneliti lebih lanjut tentang vitamin,
sehinggadiperoleh konsep tentang vitamin yang kita kenal sekarang.
Pada saat ini terdapat lebihdari 20 macam vitamin.
Polish
kemudian memberi nama faktor diet esensial ini dengan vitamin.
Selanjutnya hasil pekerjaan Warburg tentang koenzim (1932-1935)
dankemudian
penyelidikan R Kuhn dan P Kerrer menunjukkan adanya hubungan antara
struktur
kimia viatamin dengan koenzim.
Vitamin
dibagi ke dalam dua golongan. Golongan pertama oleh Kodicek (1971)
disebut prakoenzim (procoenzyme), dan bersifat larut dalam air, tidak
disimpan oleh tubuh, tidak beracun, diekskresi dalam urine. Yang
termasuk golongan ini adalah:tiamin, riboflavin, asam nikotinat,
piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat,vitamin B12
(disebut
golongan vitamin B) dan vitamin C.
Golongan
kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapat disimpan
dalam tubuh. Apabila vitamin init erlalu banyak dimakan, akan
tersimpan dalam tubuh, dan memberikan gejala penyakit tertentu
(hipervitaminosis), yang juga membahayakan. Kekurangan vitamin
mengakibatkan
terjadinya penyakit defisiensi, tetapi bisanya
gejala penyakit akan hilang kembali
apabila kecukupan vitamin tersebut terpenuhi. Di bawah ini akan
dibicarakan vitamin-vitamin yang penting.
B.
Pengertian Vitamin B
Vitamin
B adalah kelompok yang larut dalam air vitamin
yang memainkan peran penting dalam sel
metabolisme.
Vitamin B pernah dianggap sebagai vitamin tunggal, disebut sebagai
vitamin B (sama seperti orang menyebut vitamin
C
atau vitamin
D).
Kemudian
penelitian menunjukkan bahwa mereka adalah kimia
vitamin yang
berbeda yang sering hidup berdampingan dalam makanan yang sama.
Secara umum, suplemen yang mengandung semua delapan yang disebut
sebagai vitamin B kompleks.
Individu suplemen vitamin B disebut dengan nama spesifik dari setiap
vitamin (misalnya, B1,B2, B3
dll).
Vitamin B yang ditemukan dalam makanan yang tidak diolah secara
keseluruhan.
Karbohidrat
olahan seperti gula dan tepung putih cenderung memiliki vitamin B
lebih rendah dari pada rekan-rekan mereka yang belum diproses.
Vitamin B sangat
terkonsentrasi
di daging seperti kalkun dan tuna, dalam hati
produk dan daging. Sumber yang baik untuk vitamin B termasuk
Kombucha,
biji-bijian, kentang, pisang, kacang,
cabai, tempe,
kacang-kacangan, ragi
gizi,
itu
bir ragi,
danmolase.
C.
FUNGSI, KEBUTUHAN, SUMBER VITAMIN B :
Vitamin B1 (Tiamin)
Fungsi
: Mengubah
zat karbohidrat dalam
makanan menjadi energi.
Kebutuhan : Wanita 1,1 mg; Pria 1,2 mg; Wanita hamil dan menyusui 1,4 mg.
Sumber : Nasi, roti, sereal, tepung terigu, makanan laut seperti udang, kepiting atau kerang.
Kebutuhan : Wanita 1,1 mg; Pria 1,2 mg; Wanita hamil dan menyusui 1,4 mg.
Sumber : Nasi, roti, sereal, tepung terigu, makanan laut seperti udang, kepiting atau kerang.
Vitamin B2 (Riboflavin)
Fungsi
: Menjaga
kesehatan mata dan kulit.
Kebutuhan : Wanita 1,1 mg; Pria 1,3 mg; Wanita menyusui 1,6 mg.
Sumber : Susu, keju, ayam, brokoli, bayam, jamur.
Kebutuhan : Wanita 1,1 mg; Pria 1,3 mg; Wanita menyusui 1,6 mg.
Sumber : Susu, keju, ayam, brokoli, bayam, jamur.
Vitamin B3 (Niasin)
Fungsi
: Untuk
kesehatan kulit, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem
pencernaan serta membantu mengubah makanan menjadi energi.
Kebutuhan : Wanita 14 mg; Pria 16 mg; Wanita hamil 18 mg; Wanita menyusui 17 mg.
Sumber : Padi-padian, kacang-kacangan, daging sapi, jamur.
Kebutuhan : Wanita 14 mg; Pria 16 mg; Wanita hamil 18 mg; Wanita menyusui 17 mg.
Sumber : Padi-padian, kacang-kacangan, daging sapi, jamur.
Vitamin B5 (Pantothenic Acid)
Fungsi
: Bersama-sama
dengan jenis vitamin B lainnya, vitamin B5 berguna dalam proses
pemecahan lemak,
protein, karbohidrat menjadi energi. Manfaat lainnya adalah untuk
pembentukan sel darah merah dan membuat vitamin D.
Kebutuhan : Wanita 4 mg; Pria 6 mg; Wanita hamil 5 mg; Wanita menyusui 6 mg.
Sumber : Ayam, ikan sarden, alpukat, semangka.
Kebutuhan : Wanita 4 mg; Pria 6 mg; Wanita hamil 5 mg; Wanita menyusui 6 mg.
Sumber : Ayam, ikan sarden, alpukat, semangka.
Vitamin B6 (Piridoksin)
Fungsi
: Diperlukan
dalam proses asam amino dan lemak.
Kebutuhan : Wanita 1,3 mg; Pria 1,3 mg; Wanita hamil 1,9 mg; Wanita menyusui 2 mg. Kebanyakan konsumsi vitamin B6 dengan konsumsi lebih dari 50 mg per hari dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen.
Sumber : Daging unggas, ikan, sapi, kentang, tomat, pisang, buah yang berwarna ungu dan sayuran hijau.
Kebutuhan : Wanita 1,3 mg; Pria 1,3 mg; Wanita hamil 1,9 mg; Wanita menyusui 2 mg. Kebanyakan konsumsi vitamin B6 dengan konsumsi lebih dari 50 mg per hari dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen.
Sumber : Daging unggas, ikan, sapi, kentang, tomat, pisang, buah yang berwarna ungu dan sayuran hijau.
Vitamin B12 (Kobalamin)
Fungsi
: Mengubah
karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi, menjaga sel darah
merah tetap sehat, melindungi sel saraf, mencegah penyakit jantung,
dan mencegah penyusutan otak yang dapat menyebabkan daya ingat
menurun.
Kebutuhan : Wanita 2,4 mkg; Pria 2,4 mkg; Wanita hamil 2,6 mkg; Wanita menyusui 2,8 mkg.
Sumber : Daging sapi, daging ikan, hati, telur, susu, kedelai dan rumput la
Kebutuhan : Wanita 2,4 mkg; Pria 2,4 mkg; Wanita hamil 2,6 mkg; Wanita menyusui 2,8 mkg.
Sumber : Daging sapi, daging ikan, hati, telur, susu, kedelai dan rumput la
D.
SUMBER UTAMA VITAMIN B :
Vitamin
B1
Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.
Vitamin
B2
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.
Vitamin
B3

Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual
Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual
Vitamin
B5
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.
Vitamin
B6

Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
Vitamin
B12

Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemelIharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemelIharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
E.
AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN B :
Jenis Vitamin
|
Akibat yang
ditimbulkan bagi tubuh
|
Vitamin B1
|
1. pencernaan kurang sempurna 2. Beri – beri 3. Mudah lelah 4. kulit bersisik/kering/busik 5. daya tahan tubuh berkurang |
Vitamin B2
|
1. mulut kering 2. sariawan 3. bibir pecah – pecah 4. mudah gugup 5. stamina tubuh berkurang |
Vitamin B3
|
1. kulit kasar dan pecah – pecah 2. diare berdarah 3. gangguan alat pencernaan dan sistem syaraf 4. otot mudah kram dan kejang 5. badan lemas |
Vitamin B5
|
1. otot mudah menjadi kram 2. sulit tidur 3. kulit pecah - pecah |
Vitamin B6
|
1. pelagra(kulit pecah – pecah) 2. insomnia 3. keram pada otot 4. pada bayi dapat menyebabkan kejang - kejang. 5.keabnormalan metabolisme protein. |
Vitamin B12
|
1. anemia 2. Mudah lelah 3. Gangguan kulit |
PENUTUP
4.1
Kesimpulan ( Rangkuman )
Vitamin
B adalah kelompok yang larut dalam ai rvitamin
yang memainkan peran penting dalam sel
metabolisme.Vitamin
B pernah dianggap sebagai vitamin tunggal, disebut sebagai vitamin B
(sama seperti orang menyebutvitamin
Catauvitamin
D).
Kemudian penelitian menunjukkan bahwa mereka adalah kimia
vitamin yang
berbeda yang sering hidup berdampingan dalam makanan yang sama.
Secara umum, suplemen yang mengandung semua delapan yang disebut
sebagai vitamin Bkompleks.
Individu suplemen vitamin B disebut dengan nama spesifik dari
setiapvitamin (misalnya, B1,B2,B3
dll).
Vitamin
B yang ditemukan dalam makanan yang tidak diolah secara keseluruhan.
Karbohidrat olahan seperti gula dan tepung putih cenderung memiliki
vitamin B lebih rendah daripada rekan-rekan mereka yang belum
diproses. Vitamin Bsangat terkonsentrasi di daging seperti kalkun dan
tuna, dalamhatiproduk
dan daging.Sumber
yang baik untuk vitamin B termasuk Kombucha
,
biji-bijian ,kentang ,pisang
kacang,
cabai,
tempe,kacang-kacangan,
ragi, danmolase.
Meskipun
ragi digunakan
untuk membuat hasil bir di gelas bir sebagai sumber vitamin
B,bioavailabilitas mereka berkisar dari buruk ke negatif seperti
minumetanolmenghambat
penyerapan tiamin (B1),riboflavin (B2), niasin(B3),biotin (B7),dan
asamfolat
(B9).
Selain
itu, setiap dari studi sebelumnya lebih lanjut menekankan bahwa
peningkatan konsumsi bir dan lainnya etanol minuman berbasis hasil
dalam defisit bersih mereka vitamin B dan kesehatan risiko
yang
terkait dengan kekurangan
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar